<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>Green Land </title>
	<link>http://greenland.blogsome.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 19:18:10 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Mengukur Pemanasan Global</title>
		<link>http://greenland.blogsome.com/2008/03/04/mengukur-pemanasan-global/</link>
		<comments>http://greenland.blogsome.com/2008/03/04/mengukur-pemanasan-global/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 19:18:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Uncategorized</category>
		<guid>http://greenland.blogsome.com/2008/03/04/mengukur-pemanasan-global/</guid>
		<description><![CDATA[	Pada awal 1896, para ilmuan beranggapan bahwa membakar bahan bakar fosil akan mengubah komposisi atmosfer dan dapat meningkatkan temperatur rata-rata global. Hipotesis ini dikonfirmasi tahun 1957 ketika para peneliti yang bekerja pada program penelitian global yaitu International Geophysical Year, mengambil sampel atmosfer dari puncak gunung Mauna Loa di Hawai. Hasil pengukurannya menunjukkan terjadi peningkatan konsentrasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><a href="http://greenland.blogsome.com/wp-admin/images/280px-Mauna_Loa_Carbon_Dioxide.png"><img width="180" height="122" border="0" title="" alt="" src="http://greenland.blogsome.com/wp-admin/images/thumb-280px-Mauna_Loa_Carbon_Dioxide.png" /></a>Pada awal 1896, para ilmuan beranggapan bahwa membakar bahan bakar fosil akan mengubah komposisi atmosfer dan dapat meningkatkan temperatur rata-rata global. <a title="Hipotesis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hipotesis">Hipotesis</a> ini dikonfirmasi tahun 1957 ketika para peneliti yang bekerja pada program penelitian global yaitu International Geophysical Year, mengambil sampel atmosfer dari puncak gunung <a title="Mauna Loa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mauna_Loa">Mauna Loa</a> di <a title="Hawai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hawai">Hawai</a>. Hasil pengukurannya menunjukkan terjadi peningkatan konsentrasi karbondioksida di atmosfer. Setelah itu, komposisi dari atmosfer terus diukur dengan cermat. Data-data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa memang terjadi peningkatan konsentrasi dari gas-gas rumah kaca di atmosfer.</p>
	<p>Para ilmuan juga telah lama menduga bahwa <a title="Iklim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iklim">iklim</a> global semakin menghangat, tetapi mereka tidak mampu memberikan bukti-bukti yang tepat. Temperatur terus bervariasi dari waktu ke waktu dan dari lokasi yang satu ke lokasi lainnya. Perlu bertahun-tahun pengamatan iklim untuk memperoleh data-data yang menunjukkan suatu kecenderungan (<em>trend</em>) yang jelas. Catatan pada akhir 1980-an agak memperlihatkan kecenderungan penghangatan ini, akan tetapi data statistik ini hanya sedikit dan tidak dapat dipercaya. <a title="Stasiun cuaca (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Stasiun_cuaca&#038;action=edit&#038;redlink=1">Stasiun cuaca</a> pada awalnya, terletak dekat dengan daerah perkotaan sehingga pengukuran temperatur akan dipengaruhi oleh panas yang dipancarkan oleh bangunan dan kendaraan dan juga panas yang disimpan oleh material bangunan dan jalan. Sejak 1957, data-data diperoleh dari stasiun cuaca yang terpercaya (terletak jauh dari perkotaan), serta dari <a title="Satelit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Satelit">satelit</a>. Data-data ini memberikan pengukuran yang lebih akurat, terutama pada 70 persen permukaan planet yang tertutup lautan. Data-data yang lebih akurat ini menunjukkan bahwa kecenderungan menghangatnya permukaan Bumi benar-benar terjadi. Jika dilihat pada akhir abad ke-20, tercatat bahwa sepuluh tahun terhangat selama seratus tahun terakhir terjadi setelah tahun 1980, dan tiga tahun terpanas terjadi setelah tahun 1990, dengan 1998 menjadi yang paling panas.</p>
	<p>Dalam laporan yang dikeluarkannya tahun 2001, <em><a title="Intergovernmental Panel on Climate Change" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Intergovernmental_Panel_on_Climate_Change">Intergovernmental Panel on Climate Change</a> (IPCC)</em> menyimpulkan bahwa temperatur udara global telah meningkat 0,6 derajat Celsius (1 derajat Fahrenheit) sejak 1861. Panel setuju bahwa pemanasan tersebut terutama disebabkan oleh aktifitas manusia yang menambah gas-gas rumah kaca ke atmosfer. IPCC memprediksi peningkatan temperatur rata-rata global akan meningkat <span>1.1 hingga 6.4&nbsp;&deg;C</span> <span>(2.0 hingga 11.5&nbsp;&deg;F)</span> antara tahun 1990 dan 2100.</p>
	<p>IPCC panel juga memperingatkan, bahwa meskipun konsentrasi gas di atmosfer tidak bertambah lagi sejak tahun 2100, iklim tetap terus menghangat selama periode tertentu akibat emisi yang telah dilepaskan sebelumnya. Karbondioksida akan tetap berada di atmosfer selama seratus tahun atau lebih sebelum alam mampu menyerapnya kembali. Jika emisi gas rumah kaca terus meningkat, para ahli memprediksi, konsentrasi karbondioksioda di atmosfer dapat meningkat hingga tiga kali lipat pada awal abad ke-22 bila dibandingkan masa sebelum era industri. Akibatnya, akan terjadi perubahan iklim secara dramatis. Walaupun sebenarnya peristiwa perubahan iklim ini telah terjadi beberapa kali sepanjang sejarah Bumi, manusia akan menghadapi masalah ini dengan resiko populasi yang sangat besar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenland.blogsome.com/2008/03/04/mengukur-pemanasan-global/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Global Warming</title>
		<link>http://greenland.blogsome.com/2008/03/04/global-warming/</link>
		<comments>http://greenland.blogsome.com/2008/03/04/global-warming/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 19:16:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Alam</category>
		<guid>http://greenland.blogsome.com/2008/03/04/global-warming/</guid>
		<description><![CDATA[	Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.
	Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 &plusmn; 0.18 &deg;C (1.33 &plusmn; 0.32 &deg;F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, &quot;sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.</p>
	<p>Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 &plusmn; 0.18 &deg;C (1.33 &plusmn; 0.32 &deg;F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, &quot;sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia&quot;[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.<br /><a href="http://greenland.blogsome.com/wp-admin/images/280px-Global_Warming_Map.jpg"><img width="180" height="127" border="0" title="Global Maps" alt="Global Maps" src="http://greenland.blogsome.com/wp-admin/images/thumb-280px-Global_Warming_Map.jpg" /></a><br />Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 &deg;C (2.0 hingga 11.5 &deg;F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu dikarenakan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.</p>
	<p>Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.</p>
	<p>Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekwensi-konsekwensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenland.blogsome.com/2008/03/04/global-warming/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Simpati Untuk Bumi Ku</title>
		<link>http://greenland.blogsome.com/2008/01/01/simpati-untuk-bumi-ku/</link>
		<comments>http://greenland.blogsome.com/2008/01/01/simpati-untuk-bumi-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2008 10:35:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Alam</category>
		<guid>http://greenland.blogsome.com/2008/01/01/simpati-untuk-bumi-ku/</guid>
		<description><![CDATA[	Setelah bencana dengan naiknya air pasang di Jakarta Utara secara beruntun dilanjutkan dengan tanah longsor yang terjadi di Karanganyar, Tawangmangu Jawa Tengah yang menelan banyak sekali korban jiwa, belum lagi sekarang sebagian besar pulau jawa telah tergenang banjir yang semakin lama semakin menyebar luas. 
	&nbsp;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Setelah bencana dengan naiknya air pasang di Jakarta Utara secara beruntun dilanjutkan dengan tanah longsor yang terjadi di Karanganyar, Tawangmangu Jawa Tengah yang menelan banyak sekali korban jiwa, belum lagi sekarang sebagian besar pulau jawa telah tergenang banjir yang semakin lama semakin menyebar luas. </p>
	<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenland.blogsome.com/2008/01/01/simpati-untuk-bumi-ku/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Harus bagaiman&#8230;..?</title>
		<link>http://greenland.blogsome.com/2007/09/27/harus-bagaiman/</link>
		<comments>http://greenland.blogsome.com/2007/09/27/harus-bagaiman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Sep 2007 16:30:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Uncategorized</category>
		<guid>http://greenland.blogsome.com/2007/09/27/harus-bagaiman/</guid>
		<description><![CDATA[	Saat yang aku tunggu telah datang, mungkin ini yang paling tidak disenangi oleh semua orang. Sebuah dilema yang menurut ku sangat membebaniku, walau kelihatannya kecil (dalam lingkup perorangan) hal ini sangat membingungkan, disaat kita harus memilih salah satu dari dua pilihan antara kepentingan orang tua yang sebetulnya adalah keinginanku juga dan keinginan untuk bertahan dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Saat yang aku tunggu telah datang, mungkin ini yang paling tidak disenangi oleh semua orang. Sebuah dilema yang menurut ku sangat membebaniku, walau kelihatannya kecil (dalam lingkup perorangan) hal ini sangat membingungkan, disaat kita harus memilih salah satu dari dua pilihan antara kepentingan orang tua yang sebetulnya adalah keinginanku juga dan keinginan untuk bertahan dengan semua teman dan sahabat yang ada sekarang ini (ini juga pilihanku). Semua demi kebaikan bersama, akan tetapi sangat tidak nyaman dengan kondisi yang seperti ini.</p>
	<p>Aku sudah mulai terbiasa dengan pekerjaan yang aku jalani sekarang ini namum aku harus meninggalkannya (jika tidak dapat ijin), karena aku tidak mau menjadi anak yang durhaka pada orang tua yang tinggal cuman satu.</p>
	<p>Ada kata-kata yang paling benci aku ucapkan dari pada semua makian yang ada di bumi ini, &quot;Selamat Tinggal&quot;, &quot;Chiao&quot;, &quot;Sayonara&quot;. </p>
	<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenland.blogsome.com/2007/09/27/harus-bagaiman/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Ilegal Loging</title>
		<link>http://greenland.blogsome.com/2007/08/18/ilegal-loging/</link>
		<comments>http://greenland.blogsome.com/2007/08/18/ilegal-loging/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Aug 2007 12:05:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Alam</category>
		<guid>http://greenland.blogsome.com/2007/08/18/ilegal-loging/</guid>
		<description><![CDATA[	Ilegal loging di pulau sumatra semakin menjamur, tidak ada kendali untuk melindungi alam hutan yang merupakan warisan untuk anak cucu kita. bahkan akhir-akhir ini sebuah kelompok suku mulai terasing dari hutan yang mereka tinggali setelah sekian lama. suku anak dalam adalah salah satu bukti yang sangat akurat untuk memberi contoh bagaimana kejamnya pembalakan liar. Belum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Ilegal loging di pulau sumatra semakin menjamur, tidak ada kendali untuk melindungi alam hutan yang merupakan warisan untuk anak cucu kita. bahkan akhir-akhir ini sebuah kelompok suku mulai terasing dari hutan yang mereka tinggali setelah sekian lama. suku anak dalam adalah salah satu bukti yang sangat akurat untuk memberi contoh bagaimana kejamnya pembalakan liar. Belum lagi bencana banjir yang terjadi dalam 5 tahun terakhir di pulau sumatra telah menunjukkan bagaimana rusaknya hutan kita, oleh sebab itu banjir membawa gelondongan-gelondongan kayu hasil ilegal loging yang belum sempat terbawa oleh sang pembalak. <br />pengaruh lain yang sangat nyata dalam maraknya ilegal loging adalah sangat ringannya hukuman yang di berikan oleh pemerintah kepada sang pembalak yang tertangkap, padahal ilegal loging juga mengakibatkan banyak orang yang kehilangan nyawanya, bukankah itu juga termasuk perbuatan yang mengakibatkan hilanya nyawa seseorang yang sebenarnya ada hukumannya. <br />Seakan-akan semua pihak mengambil bagian dari hasil pembalakan hutan, bahkan tidak satupun cukong-cukong kayu yang tertangkap oleh pemerintah kita. Penduduk yang menjadi korban pun seakan tak bersuara dibuatnya mungkin karena kepolosannya yang mengakibatkan mereka dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.</p>
	<p>www.smeru.or.id/beritadaerah/files/info130605.htm
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenland.blogsome.com/2007/08/18/ilegal-loging/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Alam Yang Berkehendak</title>
		<link>http://greenland.blogsome.com/2007/08/15/alam-yang-berkehendak/</link>
		<comments>http://greenland.blogsome.com/2007/08/15/alam-yang-berkehendak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Aug 2007 10:57:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Alam</category>
		<guid>http://greenland.blogsome.com/2007/08/15/alam-yang-berkehendak/</guid>
		<description><![CDATA[	setiap makhluk hidup pasti mempunyai keinginan, semua apa yang diharapkannya pasti akan sangat lega jika terwujudkan. bukan munafik tetapi sebagai manusia yang mempunyai keinginan yang sangat besar pasti akan slalu berusaha untuk mewujudkansemua keinginan tersebut.Saat ini keinginan ini mungkin juga dinginkan oleh semua makhluk yang hidup di muka bumi ini.adalah keharmonisan dalam menjaga alam yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>setiap makhluk hidup pasti mempunyai keinginan, semua apa yang diharapkannya <br />pasti akan sangat lega jika terwujudkan. bukan munafik tetapi sebagai manusia yang <br />mempunyai keinginan yang sangat besar pasti akan slalu berusaha untuk mewujudkan<br />semua keinginan tersebut.<br />Saat ini keinginan ini mungkin juga dinginkan oleh semua makhluk yang hidup di muka bumi ini.<br />adalah keharmonisan dalam menjaga alam yang kita tinggali dan memelihara segala sumber kehidupan<br />yang telah mendampingi dan memberikan segalanya untuk kita nikmati. rantai makanan adalah salah <br />satu cotoh paling kentara karen dengan tidak beraturannya rantai makanan maka ekosistem yang ada <br />mejadi terganggu, akibatnya mulai berjatuhan satu persatu jenis makhluk hidup yang diambang kepunahan, bahkan ada yang sudah mulai punah. <br />Alam yang telah memberikan segalanya tanpa kita pernah meminta sekalipun, akankah kita akan merusaknya? sehingga alam yang dulu menyediakan segala keperluan kita hancur oleh tangan kita sendiri? bukankah itu sama dengan kita telah membunuh diri kita sendiri?</p>
	<p>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenland.blogsome.com/2007/08/15/alam-yang-berkehendak/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Pernahkah Anda Berpikir?</title>
		<link>http://greenland.blogsome.com/2007/08/13/pernahkah-anda-berpikir/</link>
		<comments>http://greenland.blogsome.com/2007/08/13/pernahkah-anda-berpikir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Aug 2007 19:39:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Hati</category>
		<guid>http://greenland.blogsome.com/2007/08/13/pernahkah-anda-berpikir/</guid>
		<description><![CDATA[	jika kita hidup seakan-akan untuk selamanyajika kita bernafas seakan-akan tidak akan pernah berhentijika kita minum seakan-akan sebagai pelepas dahagajika kita makan seakan-akan lapar yang tak tertahanjika kita melihat seakan-akan kita baru mendapatkanyajika kita berjalan sekan-akan kaki enggan berhentijika kita berpegangan seakan-akan takut akan lepasjika kita mendengar seakan-akan telah mendengar segalanyakapan kah kita akan mensyukurinya?segala sesuatu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>jika kita hidup seakan-akan untuk selamanya<br />jika kita bernafas seakan-akan tidak akan pernah berhenti<br />jika kita minum seakan-akan sebagai pelepas dahaga<br />jika kita makan seakan-akan lapar yang tak tertahan<br />jika kita melihat seakan-akan kita baru mendapatkanya<br />jika kita berjalan sekan-akan kaki enggan berhenti<br />jika kita berpegangan seakan-akan takut akan lepas<br />jika kita mendengar seakan-akan telah mendengar segalanya<br />kapan kah kita akan mensyukurinya?<br />segala sesuatu yang tidak pernah kita minta<br />segala sesuatu yang sesungguhnya kita sangat membutuhkannya<br />sadarkah anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenland.blogsome.com/2007/08/13/pernahkah-anda-berpikir/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Save The Planet</title>
		<link>http://greenland.blogsome.com/2007/08/13/save-the-planet/</link>
		<comments>http://greenland.blogsome.com/2007/08/13/save-the-planet/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Aug 2007 19:32:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Alam</category>
		<guid>http://greenland.blogsome.com/2007/08/13/save-the-planet/</guid>
		<description><![CDATA[	Indonesia yang beberapa tahun silam menjadi salah satu paru-paru dunia, membuat perubahan yang sangat drastis dalam mengelola alam. yang menjadi sorotan negara- negara tetangga adalah penyakit kebakaran hutan yang hampir tiada tahun tanpa dilewatinya. belum lagi hutan-hutan yang merupakan sumber daya alam warisan untuk anak cucu kita telah dibabat oleh orang-orang yang hanya mementingkan uang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Indonesia yang beberapa tahun silam menjadi salah satu paru-paru dunia, membuat perubahan yang sangat drastis dalam mengelola alam. yang menjadi sorotan negara- negara tetangga adalah penyakit kebakaran hutan yang hampir tiada tahun tanpa dilewatinya. belum lagi hutan-hutan yang merupakan sumber daya alam warisan untuk anak cucu kita telah dibabat oleh orang-orang yang hanya mementingkan uang dari pada kelestarian hutan kita. pemerintah seakan-akan tutup telinga dalam permasalahan ilegal loging yang akhir-akhir ini semakin marak dan menjadi populer, bahkan pemerintah seakan tutup mata dengan kasus ilegal loging walaupun bukti-bukti telah diajukan akan tetapi tetap saja tidak ada tindakan. banyak LSM ayng bergerak dibidang lingkungan hidup yang membantu untuk mencari fakta guna menyelidiki kasus-kasus ilegal loging malah menjadi musuh pemerintah.  akibat yang paling kentara dampak ilegal loging pada negara kita adalah banyaknya bencana tanah longsor dan banjir yang melanda hampir disegala daerah indonesia, padahal disisi lain banyak sekali daerah-daerah yang mulai kekeringan sehingga berakibat gagal panen dan sulitnya memperoleh air bersih. Sudah cukupkah apa yang telah kita sumbangkan pada alam yang telah memberi kita segala limpahan kekayaan nabati dan hewani?
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenland.blogsome.com/2007/08/13/save-the-planet/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Lapindo Blow Up</title>
		<link>http://greenland.blogsome.com/2006/11/26/lapindo-blow-up/</link>
		<comments>http://greenland.blogsome.com/2006/11/26/lapindo-blow-up/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Nov 2006 00:21:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Alam</category>
		<guid>http://greenland.blogsome.com/2006/11/26/lapindo-blow-up/</guid>
		<description><![CDATA[	&nbsp;
	Setelah berbagai macam cara Indonesia berusaha untuk memampatkan salah satu sumber gas yang menjadi bencana nasional, bencana kembali terjadi dengan memakan korban jiwa (10 Orang Update tgl 24 November 2006).
	&nbsp;
	mungkinkah ini yang menandakan bahwa bumi kita menangis karena kelalaian manusia? Ataukah ini kesengajaan sekelompk orang? mungkin diantara kita ada yang tahu jawabannya. bencana yang seharusnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>&nbsp;</p>
	<p><a href="http://greenland.blogsome.com/wp-admin/images/104296.jpg"><img width="180" height="111" border="0" title="Gunung Baru?" alt="Gunung Baru?" src="http://greenland.blogsome.com/wp-admin/images/thumb-104296.jpg" /></a>Setelah berbagai macam cara Indonesia berusaha untuk memampatkan salah satu sumber gas yang menjadi bencana nasional, bencana kembali terjadi dengan memakan korban jiwa (10 Orang Update tgl 24 November 2006).</p>
	<p>&nbsp;<a href="http://greenland.blogsome.com/wp-admin/images/lapindo_kantorpertamina_tenggelam.jpg"><img width="180" height="119" border="0" title="Bromo Ada Di Sidoarjo" alt="Bromo Ada Di Sidoarjo" src="http://greenland.blogsome.com/wp-admin/images/thumb-lapindo_kantorpertamina_tenggelam.jpg" /></a></p>
	<p>mungkinkah ini yang menandakan bahwa bumi kita menangis karena kelalaian manusia? Ataukah ini kesengajaan sekelompk orang? mungkin diantara kita ada yang tahu jawabannya. bencana yang seharusnya tidak terjadi jika penerintah atau oknum yang berwenang tidak meremehkan semburan lumpur untuk pertama kalinya. Simpati kepada orang-orang yang masih peduli pada keadaan itu. Disaat kita berlindung didalam rumah dari air hujan maka orang-orang sekitar lumpur panas bingung mencari tempat berlindung dan merasa ngeri jika hujan datang karena bukan tidak mungkin jika hujan datang maka bencana yang lebih besar lagi akan datang yaitu bukan hanya lumpur panas akan tetapi banjir lumpur dingin bercampur dengan air akan melanda warga setempat.</p>
	<p>&nbsp;</p>
	<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenland.blogsome.com/2006/11/26/lapindo-blow-up/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Tren Manusia Yang Beradap</title>
		<link>http://greenland.blogsome.com/2006/11/06/tren-manusia-yang-beradap/</link>
		<comments>http://greenland.blogsome.com/2006/11/06/tren-manusia-yang-beradap/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Nov 2006 04:53:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Uncategorized</category>
		<guid>http://greenland.blogsome.com/2006/11/06/tren-manusia-yang-beradap/</guid>
		<description><![CDATA[	Disaat semua orang sedang mengumandangkan&nbsp; takbir untuk menyambut hari yang fitri, ada sebagian orang yang dengan senangnya mengumandangkan perang dan tawuran yang menyebabkan terjadinya pembunuhan. anehnya lagi semua itu dilakukan oleh sesama bangsa sendiri yang semestinya kita berusaha untuk bersatu bukan malah memecah belah bangsa yang kita tinggali. 

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Disaat semua orang sedang mengumandangkan&nbsp; takbir untuk menyambut hari yang fitri, ada sebagian orang yang dengan senangnya mengumandangkan perang dan tawuran yang menyebabkan terjadinya pembunuhan. anehnya lagi semua itu dilakukan oleh sesama bangsa sendiri yang semestinya kita berusaha untuk bersatu bukan malah memecah belah bangsa yang kita tinggali.<br /> 
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenland.blogsome.com/2006/11/06/tren-manusia-yang-beradap/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
